Selasa, 25 Oktober 2016

Kau Tinggalkan Sesuatu Yang Berharga di Restoranku

KAU TINGGALKAN SESUATU YG BERHARGA DI RESTORANKU

SEORANG pemuda membawa AYAHNYA yang telah TUA dan agak PIKUN ke sebuah restoran terbaik di kotanya.

Ketika makan, tangan sang ayah gemetar sehingga banyak makanan tumpah dan tercecer mengotori meja, lantai, dan bajunya sendiri.

Beberapa pengunjung restoran, melirik situasi tersebut dan memperhatikan kejadian tsb

Namun pemuda itu terlihat begitu tenang. Ia membantu dengan SABAR dan menanti sang ayah selesai makan.

Setelah selesai, ia membawa sang ayah ke kamar mandi, untuk dibersihkan tubuh dan pakaiannya dari kotoran.

Setelah itu, ia mendudukkan ayahnya kembali di kursi, dan dengan tenang ia pun membersihkan makanan yang tercecer di sekitar meja tempat ayahnya makan,

Kemudian, ia membayar tagihan makan malam pada kasir restoran itu, menghampiri ayahnya, dan menuntunnya keluar.

Pemilik restoran yang sedari tadi mencermati perilaku pelanggannya ini, bergegas keluar menyusul si pemuda yang sedang menuntun ayahnya itu. Setelah berhasil menyusul, ia berkata, *Terima kasih, kau telah meninggalkan sesuatu yang berharga di restoranku.*

Pemuda itu balik bertanya, “Memangnya barang berharga apa yang aku tinggalkan?”

Sambil menepuk pundak si pemuda, pemilik restoran berkata, *Engkau telah meninggalkan pembelajaran yang mahal pada kami semua* tentang LUHURNYA nilai BERBAKTI kepada ORANG TUA.”

*BAKTI* bagi setiap orang terhadap orangtuanya, tentu tidak sama satu sama lain, karena situasi yang berbeda-beda. Tapi yang pasti: *BAKTI* adalah hal yang tidak bisa kita abaikan. SEBURUK apa pun rupa maupun KONDISI orangtua kita, mereka tetap LAYAK dan HARUS DIHORMATI dan DISAYANGI.

Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan ALLAH kepadamu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar