Rabu, 16 November 2016

Gula, Kopi & Rasa Manis

Kasus 1
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah..? 🤔

Gulalah yang disalahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit 😫

Kasus 2
Jika kopi terlalu manis
Siapa yang disalahkan..? 🤔

Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis 😰😫

Kasus 3
Jika takaran kopi & gula balance
Siapa yang dipuji...?🤔

Tentu semua akan berkata...
Kopinya mantaaap 🤓

Kemana gula yang mempunyai andil
Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap ? 🙄🤔

Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna.😊

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS...😒
bukan KOPI GULA...😑

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS...😨
bukan TEH GULA..😪

ORANG menyebut ROTI MANIS..😔☹ bukan ROTI GULA...😥

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU..🙄😓🤒😧
padahal BAHAN DASARnya GULA....
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS... 😪😂

akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah GULA disebut..
PENYAKIT GULA 😱😤😖😡😠😡

BEGITUlah HIDUP.... Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT ORANG....
Tapi kesalahan akan DIBESAR-BESARKAN...

IKHLASlah seperti GULA...
LARUTlah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
tapi untuk DIRASAkan..." 👍👍👍```

Kebaikan yang kita lakukan HARI INI, mungkin BESOK dilupakan ORANG. Tetap teruslah BERBUAT BAIK..!"☕☕☕☕tetap semangat..

"Jangan lupa NGOPI GULA" 😁

Selasa, 08 November 2016

Gunakanlah Waktu Sebaik-baiknya

Dulu ketika Tuhan menciptakan sapi, monyet, anjing & manusia, Tuhan berkata...

Hari ini Kuciptakan kau sebagai sapi 🐂
Engkau harus pergi ke padang rumput 🌾🌿
Bekerja di bawah terik 🌞
matahari sepanjang hari,
Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun.
Sang sapi keberatan,
Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun,
Kiranya 20 tahun cukuplah,
Kukembalikan yang 30 thn,
Maka setujulah Tuhan..

Di hari ke-2, Tuhan menciptakan
monyet 🐒..
Hi monyet, hiburlah manusia,
Aku berikan kau umur 20 tahun!
Sang monyet 🐵 menjawab
"What? Menghibur mereka & membuat mereka tertawa?
10 tahun cukuplah, kukembalikan 10 thn,
Maka setujulah Tuhan..

Di hari ke3, Tuhan menciptakan anjing 🐩
Apa yang harus kau lakukan adalah
menjaga pintu rumah majikanmu.
Setiap orang yang mendekat, harus kau gonggong,
Untuk itu Kuberikan hidupmu selama 20 tahun
Sang anjing 🐕 menolak, "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 thn? No way!
Kukembalikan 10 tahun
Maka setujulah Tuhan..

Di hari ke4, Tuhan mnciptakan manusia 👶
Sabda Tuhan : "Tugasmu adalah makan, tidur & bersenang-senang" Inilah kehidupan,
Kau akan menikmatinya,
akan Kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!
Sang manusia 👨 keberatan,
Katanya "Menikmati kehidupan selama 25 thn?
Itu terlalu pendek Tuhan..Let's make a deal..
Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing 🐶 mengembalikan 10 tahun, & monyet🙊 mengembalikan 10 tahun
Maka berikanlah semuanya itu padaku,
Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 thn, setuju ?"
Maka setujulah Tuhan..

AKIBATNYA :

Pada 25 thn pertama kehidupan sebagai manusia kita makan, tidur & bersenang-senang..
"Party wouii..." 🍹🍻🍧⛱🎉🎊

30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi,
kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita..

10 tahun kemudian kita membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur..
"Ciluk...ba"

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal di rumah, duduk <dikursi roda> di depan pintu & menggonggong
kepada orang yang lewat, Uhuk, uhuk (batuk)... Plus ngomel-ngomel...

*"Karena itu gunakanlah waktu sebaik-baiknya"*

Minggu, 30 Oktober 2016

MENGAPA LIBURAN PERLU

MENGAPA LIBURAN PERLU Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

16 November 2007 – 11:06   (Diposting oleh: Editor)

Beristirahat sejenak menjadikan kita mampu menempuh perjalanan lebih jauh.

Sebuah penelitian tentang perilaku manusia menyatakan bahwa rata-rata manusia menghabiskan waktu 25 tahun untuk tidur. Sedangkan 8 tahun lainnya untuk menyelesaikan pendidikan formal, 6 tahun untuk istirahat atau sakit, 7 tahun untuk liburan dan rekreasi. Sementara, 5 tahun waktu manusia habis untuk berkomunikasi, 4 tahun untuk makan, dan 3 tahun untuk melakukan persiapan semua aktivitas tersebut.

Tetapi pada perkembangan selanjutnya, manusia modern saat ini cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Kecenderungan tersebut terjadi dikarenakan desakan era yang serba cepat dan persaingan yang ketat. Persepsi manusia terpola bahwa kehidupan akan lebih berarti jika setiap detik waktu dimanfaatkan hanya untuk bekerja. Tak ada jeda waktu istirahat dianggap lebih efektif, karena jeda waktu istirahat apalagi berlibur dianggap sebagai pemborosan, membosankan, merugikan, dan persepsi negatif lainnya.

Bagi saya, era yang menuntut kita bergerak serba cepat bukan berarti kita tak membutuhkan jeda waktu untuk istirahat. Manusia memerlukan waktu istirahat untuk mengumpulkan energi supaya dapat menjalankan tugas berikutnya dengan lebih baik. Pada kenyataannya memang saya rasakan bahwa waktu liburan membuat saya lebih segar sehingga bersemangat bekerja dan lebih produktif.


... baca selengkapnya di MENGAPA LIBURAN PERLU Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 29 Oktober 2016

Kekuatan dari Minat

Kekuatan dari Minat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ketika saya memotivasi para mahasiswa di Ponorogo beberapa hari yang lalu, seorang mahasiswa bertanya pada saya: ” Kenapa Mbak Eni memilih untuk menulis, kok gak yang lain?”

Saya menjawab, karena bidang yang saya minati adalah menulis. (Karena banyak yang bertanya soal menulis, maka kolom selanjutnya saya membahas tentang menulis).

Ketika saya balik bertanya kepada mereka: “Apa bidang yang paling diminati sebagai bekal untuk hidup?” Kebanyakan dari mereka belum siap dengan pertanyaan saya. Hanya beberapa gelintir saja yang telah memiliki tujuan yang jelas.

Saat menjadi mahasiswalah saat yang paling tepat untuk menekuni bidang yang paling diminati. Masa menjadi mahasiswa adalah masa belajar dan berlatih sehingga ketika lepas kuliah diharap telah menjadi ahli di bidangnya. Nyatanya, kebanyakan dari mereka -yang mungkin bisa mewakili rekan-rekan mahasiswa dari perguruan tinggi lain- masih santai, sebagian lagi masih bingung. Hal ini dikarenakan oleh kondisi mereka yang belum mengalami masa kritis. Selepas kuliah, mereka baru akan mengetahui dunia yang sebenarnya.

Bagi yang telah memiliki keahlian yang dipupuk sejak kuliah, mereka tidak akan bingung dengan masa depan mereka. Tetapi bagi mereka yang tidak belajar dan tidak melatih bidang yang diminati sebel
... baca selengkapnya di Kekuatan dari Minat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Manusia Guru

Manusia Guru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di sekolah kehidupan bernama Indonesia ini saya belajar bahwa, barang langka adalah barang yang susah dicari. Binatang langka adalah binatang yang nyaris punah dari muka bumi. Dan manusia langka adalah manusia yang susah dicari bandingannya dalam masyarakat. Ia [mereka] ada dan dirasakan kehadirannya oleh banyak orang. Namun, jumlahnya yang begitu sedikit, membuat mereka bisa dihitung dengan jari tangan.

Manusia langka selalu unik dan otentik. Dan keunikan serta keotentikan dirinya bukanlah terutama karena soal-soal tampilan fisik yang nampak ––meski terkadang soal penampilan fisik mempertegas keunikan mereka di masyarakat–– melainkan lebih bertalian dengan sikap hidup dan cara pandang yang terpuji dan teruji secara konsisten.

Ada banyak cara dan ukuran yang bisa digunakan untuk mengelompokkan manusia langka di negeri bernama Indonesia ini. Namun, hemat saya, kelompok manusia yang dikenal karena kejujuran, kesederhanaan, keberanian, dan integritas pribadinya adalah jenis kelompok yang paling langka di tanah air kita. Begitu langkanya, sehingga terkadang saya amat sangat ragu apakah manusia dengan empat karakteristik semacam itu masih ada di sekitar kita. Orang kaya, banyak. Orang miskin, lebih banyak. Pejabat publik, banyak. Yang berminat menjadi pejabat publik, lebih banyak lagi. P
... baca selengkapnya di Manusia Guru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 27 Oktober 2016

Apa Ada Yang Salah...?

Tempo Doeloe .........
Orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit & sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam....

Walaupun memiliki anak yang banyak. Rumah & halaman pun tetap luas. Bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun. Dan semua anak-anaknya bersekolah.

Sekarang....
Banyak orang berangkat kerja saat subuh & sampai rumah setelah gelap

Tapi.....rumah & tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita.

Dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan.                                                                    Apa ada yang salah dengan cara hidup orang MODERN.

Orangtua kita hidup tanpa banyak ALAT BANTU. Tapi TENANG menjalani hidupnya

Sementara kita yang dilengkapi dgn mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, email, FB, Twitter, i-pad, ruangan ber AC dll.........

HARUSNYA mempermudah hidup ini, tapi TERNYATA TIDAK

Sampai-sampai, kita tidak sempat MENIKMATI HIDUP, karena semuanya dilakukan TERBURU-BURU.

Berangkat kerja, TERBURU-BURU.. Pulang kerja, juga TERBURU-BURU... Makan siang, TERBURU-BURU...
Saat berhenti karena lampu merah di simpang jalan,TERBURU-BURU. Berdoapun,TERBURU-BURU...

Hanya MATI...Yang tidak seorgpun mau TER-BURU2...

Karena ketakutan akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam MEMBERI...

Sementara  Tuhan tidak pernah hitung-hitungan dalam memberi rejeki kepada kita.

Bahkan karena lebih takut kehilangan pekerjaan, kita berani melewatkan Ibadah

Sampai di manakah hidup kita pada hari ini.....???

Apa ini terjadi pada diri kita?..

Semoga menjadi bahan permenungan & bermanfaat..

TUHAN, Aku cinta dan memerlukan Engkau, bersihkanlah hatiku dengan KUASA-Mu. Lindungilah rumahku, keluargaku & orang-orang tercinta........

Rabu, 26 Oktober 2016

Pak Bagus yang Juga Bagus

Ada seorang teman, Pak Bagus namanya. Beliau adalah seorang guru yang sangat ceria, menyenangkan dan kocak. Siapapun yang berada di dekatnya merasa gembira ria. Keunikannya adalah bahwa ia selalu berkata, "Bagus itu!" untuk segala hal. Di matanya segalanya adalah karunia.
Hujan? "Bagus itu, banyak berkah, saatnya berdoa."
Sakit? "Bagus itu, saatnya untuk beristirahat."
Tidak naik kelas? "Bagus itu, jadi kamu bisa belajar lebih dalam."

Dipecat? "Bagus itu, saatnya belajar sungguh-sungguh menjadi pengusaha."

Di sisi lain ia perfeksionis luar biasa. Ia bisa melihat kesalahan sampai titik koma sekalipun. Bedanya dengan guru lain, ia tak pernah marah hanya gara-gara kurang titik koma. Ia akan dengan sangat teliti memberikan masukan.
"Tulisan kamu bagus. Kamu cukup kritis dan analitis. Supaya lebih sempurna, coba pelajari bagaimana kamu bisa menyusun kata-kata agar lebih meyakinkan. Bagus itu, kamu jadi tahu dan bisa belajar lebih baik lagi."

"Bagus itu" tak pernah ketinggalan.

Baginya semua muridnya punya perjalanannya masing-masing. Tak ada yang bodoh, tak ada yang kurang ajar. Semua "bagus" dan bisa dibantu untuk "lebih bagus lagi." Di sinilah perannya sebagai seorang guru, untuk memberdayakan muridnya agar bisa mengeluarkan potensi terbesarnya. Sebagai guru ia memilih untuk menjadi fasilitator, bukan instruktur. Ia memilih untuk bertanya, dan bukan memerintah. Ia memberdayakan, bukan mengoreksi.

Hal yang sama dilakukannya juga untuk semua temannya. Tak ada korban gossip di matanya, karena semua orang "bagus" dan "hebat." Ia bisa melihat kebaikan dari semua hal-hal sampai yang terkecil. Istrinya, anaknya, teman-temannya, semua adalah berlian-berlian dalam hidupnya yang benar-benar disyukurinya. Tak ada yang buruk, semua bagus.

Pak Bagus tak bisa dibilang ganteng, tapi melihat wajahnya semua orang merasa teduh. Wajah yang senyum terus.
Ia tak bisa dibilang kaya raya, tapi ia selalu sejahtera, selalu bisa berbagi dan menjadi tangan di atas. Rejekinya adaaaaa saja. Seakan keberuntungan selalu ada di pihaknya. "Hoki" kalau kata orang.
Ia jarang sakit, dan keluarganya pun jarang sakit. Jadi hemat sekali mereka sebagai keluarga.

Itulah dia Pak Bagus, sebuah karunia bagi semua yang ada di sekitarnya.
Karena kita semua tak bisa mengeluh, tak bisa bergossip, tak bisa marah, karena semua dijawab dengan, "Bagus itu!"
Dan teman-temannya yang sudah siap mengeluh pun jadi berfikir, "Ia juga ya. Keluhanku itu sebenarnya bagus. Kenapa nggak terfikir kemarin-kemarin ya?"

Nah, teman-teman, kalau ada yang mau mengeluh, bayangkan ada Pak Bagus di samping dan langsung saja bilang, "Bagus itu." Itu dulu. Nanti otak kita akan langsung mencerna dan mencari "bagusnya" di mana. Otak pintar kok. Ia akan menyesuaikan diri pada kata-kata kita.
Kalau ada yang mau gossip dekat kita, langsung jawab, "Dia suka marah-marah? Bagus itu. Jadi kita tahu dimarahin itu nggak enak. Sekarang kamu punya jalan dapat pahala kan?"
Kalau ada yang kesal gara-gara kehilangan barang, "Bagus itu. Siapa tahu kamu kurang sedekah. Bagus cuma kehilangan barang itu. Kalau Allah ambil yang lebih besar gimana?"
Ada yang nangis baru bercerai, "Bagus itu. Kamu bisa cari yang lebih bagus lagi."

Semua bagus...
Karena semua kejadian terjadi atas izinNya dan dihadirkan olehNya untuk kebaikan kita semua. Kita saja yang seringkali sulit mencari hikmah di balik semua kejadian.
Semua orang pun baik apa adanya, karena diciptakan oleh Sang Maha Bagus. Semua dihadirkan dalam kehidupan kita sebagai pelajaran, agar kita bisa lebih bagus lagi dalam hidup, lebih dekat lagi padaNya dalam setiap kondisi, bersama siapapun yang diberikanNya dalam hidup kita.

Semua bagus. Semua indah. Mari kita syukuri semua yang Tuhan berikan.